Tuesday, December 29, 2015

Mari Bermimpi ?


Pasti pernah dong .. teman-teman mendapatkan pertanyaan seputar impian.
“Kalo udah gede nanti mau jadi apa .. ?”
“mau jadi dokter ... mau jadi pilot .. mau jadi insinyur ... “

Itu mungkin dulu saat masih di Taman Kanak-kanak , ataupun di sekolah dasar. Bagaimana jika pertanyaan impian tersebut muncul lagi dan sedikit diubah konteksnya.
“Apa impian Anda yang ingin sekali Anda capai saat ini ... ?”
“Dapatkah Anda menjelaskan pekerjaan apa yang menjadi impian Anda ... ?”

Bukan .. kita tidak sedang membahas jawaban dari pertanyaan tersebut. Tapi apakah kita masih memiliki semangat untuk terus bermimpi dan berusaha untuk meraih impian tersebut. Sudah banyak artikel , buku-buku motivasi yang berisikan tentang menggapai impian. Lantas , apakah yang masih membuat kita takut atau malas bermimpi ....

I don't mind the regret, if I fail in attempt to achieve my dreams. What I don't wanna regret is not chasing those dreams.

~Akito Takagi - BAKUMAN

Yup , tidak ada salahnya kita bermimpi.  Free alias gratis  , tidak pake DP  , tanpa ribet dengan urusan awal. Mungkin , ini mungkin ... justru diri kita sendiri yang membatasi impian tersebut. Seolah-olah kita sudah dapat melihat masa depan , banyak hal buruk yang sudah kita siapkan sendiri untuk menghalangi kita bermimpi.
“Nanti ... kalo kita pengen ini , bisa engga ya tercapai .. ah malu ah kalo tidak tercapai nanti ...”
“Wah , mau punya impian itu ... eh tapi si anu juga sama mimpinya ... engga jadi ah .. “
“duwh , kalo impian nya kayak gitu , berlebihan engga ya ... “
“Apa iya bagus ya kalo impian saya seperti itu ... nanti kegiatan yang lain jadi terganggu .. eh ..  “
(-_____-) zzz
I think having a dream, working hard, and never giving up couldn't possibly bring misfortune.

~Miho Azuki - BAKUMAN

Kembali lagi ke impian teman-teman saat ini. Bagi yang sedang duduk di Sekolah Menengah Atas dan diambang kelulusan... (kelas 12 maksudnya (>_<) ) pastinya sudah mulai ancang-ancang mencari UNIVERSITAS impiannya ataupun Impian lainnya selepas masa SMA. Saya bahkan juga yakin , sudah banyak pula yang dari awal masuk , sudah menetapkan mau kemana Anda nantinya. Yang perlu diingat , pastikan itu datang dari diri sendiri. Bukan ikut-ikutan teman ,paksaan orang tua (>_<) atau hanya sekedar mengikuti air yang mengalir.  Tidak menjadikan teman-teman sebagai anak yang tidak berbakti kok ketika tidak mengikuti saran orang tua , tapi pastikan penyampaian yang baik disertai dengan alasan-alasan yang kuat. Pastikan IMPIAN teman-teman termasuk di dalamnya.
A dream isn't something that someone tells you to go for. It's something you fulfill of your own will.

~Moritaka Mashiro - BAKUMAN

Saturday, October 3, 2015

Buat Catatanmu Lebih Berwarna

Pernah membuat catatan saat belajar ? Pastinya pernah. Malah menjadi hal yang wajib saat dalam proses belajar. Pertanyaannya ... apakah kamu membaca kembali catatan yang telah dibuat ? Jika iya , Good .. Lanjutkan . Jika tidak ...Tanyakan kembali  "Apa yang membuat kamu tidak membaca kembali catatan pelajaran yang telah dibuat ?" ... Kurang menarik untuk dibaca kembali ? Jika iya , yuk , mari kita membuat catatan kita lebih menarik dengan mengoptimalkan fungsi warna-warna dalam catatan kita.


Warna (dikutip dari wikipedia) adalah spektrum tertentu yang terdapat di dalam suatu cahaya sempurna (berwarna putih). Identitas suatu warna ditentukan panjang gelombang cahaya tersebut.

Catatan Full Color vs Catatan Monotone




Mana yang lebih menarik bagi kamu untuk membacanya ? Catatan penuh warna ? atau yang satu warna saja.

Bayangkan , catatan dari pelajaran sejarah yang penuh deretan silsilah dari suatu kerajaan , nama-nama kota tempat ditemukannya fosil manusia purba , kejadian-kejadian penting dari suatu peristiwa di masa perjuangan kemerdekaan , ditulis dalam satu warna tinta , yaitu tinta hitam ... hmmm

Dan bayangkan juga , catatan dari pelajaran fisika yang pernuh kumpulan rumus kinematika gerak , aplikasi hukum newton yang ditulis dalam balutan warna-warni yang menyejukkan mata yang membaca.
Mana yang kamu pilih ?



Bahasa Otak : Gambar dan Warna


Warna-warni dalam tulisan catatan ,selain mengoptimalkan fungsi kerja otak kanan dan mempengaruhi daya ingat kamu , penggunaan warna juga dapat membantu kamu dalam hal mengelompokkan suatu informasi.yang relevan. Hal ini dapat dikaitkan dengan fungsi recall ingatan. Ketika dibutuhkan , asosiasi warna terhadap subjek tertentu dapat mempermudah kamu untuk mengambil informasi tersebut lebih cepat. 


Image : seventeen.com

Sunday, September 27, 2015

KINESTHETIC LEARNER



Pernahkah teman-teman melakukan hal di atas saat belajar atau mendengarkan pelajaran ?

Kalo iya berarti teman-teman cenderung memiliki gaya belajar Kinestetik. Gaya belajar ini identik dengan sentuhan dan gerakan. Jadi , pembelajar tipe ini akan banyak mengandalkan indera sentuhannya.

Pelajaran favoritnya bisa jadi hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas fisik , mungkin seperti kegiatan olahraga , percobaan di laboratorium ataupun kegiatan field trip.

Jika teman-teman merupakan tipe pembelajar dengan gaya ini , perlu tahu juga apa aja sih kelebihan-kelebihan yang dimiliki dari tipe pembelajar ini. Sehingga teman-teman bisa menyusun strategi belajar yang tepat untuk memahami suatu materi di sekolah.


    Beberapa strategi ini dapat dilakukan agar proses belajar lebih optimal.

    Saat membaca suatu bahan untuk menghafal , lakukan dengan berjalan bolak-balik


    Saat mendengar kan pelajaran dari Guru , coba sambil mencatat. Buat sibuk tangan/jari-jari kamu.     Cari posisi duduk yang cukup dekat dengan Gurumu agar lebih fokus

    Carilah posisi belajar yang nyaman buatmu. Biasanya dengan bersandar pada dinding, bantal ataupun berbaring di lantai/tempat tidur dapat membuat mu lebih fokus dibandingkan di depan meja.

    Gunakan flowchart atau diagram saat mempelajari hal baru , hal ini dapat mempermudah kamu menyerap informasi

    Saat menghafalkan sesuatu, coba dengan memejamkan mata , dan gunakan tanganmu seperti sedang menuliskan hal yang ingin kamu hafal.

    Buatlah jeda waktu istirahat dalam setiap waktu belajar. Misal, tiap 30 menit belajar , istirahat 5 menit. Tapi pastikan cepat dapat balik lagi ke proses belajar kembali, dan begitu seterusnya.